Minggu, 07 Maret 2010

menghipnotis binatang

Ehm... jujur nih gue sampai saat ini belum menguasai tuh yang namanya ilmu 'HIPNOTIS'. tapi berhubung temen gue ada yang merequest supaya gue membahas ini di blog gue ya sebagai magician gue pantang mundur doonk... menghipnotis manusia emang gue gak ahli, tapi menghipnotis binatang kaya merpati atau kelinci gue punya triknya!!!
  • menghipnotis burung
  1. pegang leher burung dengan lembut dan simpan di lantai
  2. Rentangkan kepalanya menempel di meja/lantai dalam kondisi tertelungkup sehingga kepala burung lurus dan paruh ada di ujung.
  3. Jaga jangan sampai matanya tertutup tangan anda.
  4. Lakukan dengan hati-hati dan tenang, jangan menyakitinya.
  5. Ambil pena tebal/kapur, tarik garis lurus sepanjang 10-15 cm dimulai dari ujung paruh ke depan (menjauhi kepala), pastikan mata burung mengikutinya.
  6. pertahankan pegangan anda sampai burung tertidur
  7. Lepaskan, burung akan diam saja disitu.
Untuk membangunkannya, jauhkan dari gambar garis tadi dan tepuk punggungnya. Anda juga bisa menghipnosis semua jenis burung dengan cara yang sama dengan pada ayam ini.
  1. Baringkan kelinci di punggungnya (menghadap ketas), tekan dengan lembut telinganya secara lurus di lantai/meja.
  2. Kemudian dengan tangan satunya anda tarii kaki belakangnya selama beberapa menit.
  3. Pertahankan selama 1 menit, maka ia akan terhipnotis.
  4. Untuk membangunkan tiup hidungnya dan gulingkan tubuhnya ke samping.
Artinya orang yang disebut penghipnotis sebenarnya hanya fasilitator saja, seorang suyet, sebenarnya menghipnotis pikirannya sendiri difasilitasi oleh si penghipnotis itu. Sama halnya disini, seekor binatang sebenarnya menghipnotis dirinya sendiri, kita hanya memfasilitasi saja. Gimana friend??? mau coba menghipnotis binatang?? gajah atau singa misalnya???

bermain telepati

dalam acara THE MASTER season 2 kemarin ada duet kandidat yang mengandalkan 'TELEPATI' sebagai permainan mereka. nah, dalam trik ini kita akan bermain dengan telepati, dan tentunya anda harus bermain bersama pasangan main anda yang dapat dipercaya. Efect : anda dapat menebak warna-warna bendera yang diangkat penonton dengan mata ditutup, caranya anda menerima telepati dari pasangan main anda yang tidak ditutup matanya.
  1. siapkan 6 atau 8 bendera dengan warna yang berbeda-beda. permainan ini ditujukan untuk acara-acara besar dengan melibatkan banyak penonton.
  2. ajaklah satu atau dua penonton untuk membantu anda dan pasangan anda dalam permainan ini, dan perlu diingat sebelum permainan dimulai anda dan pasangan anda harus sudah memutuskan siapa yang akan menebak warna dan siapa yang akan jadi pengirim telepati.
  3. tutuplah mata anda dengan kain hitam atau apa saja yang akan membuat mata anda tidak dapat mengintip warna yang akan diangkat penonton, tunjukan dan suruh penonton memeriksa penutup mata.
  4. setelah semua dipastikan normal, anda menghadap membelakangi bendera dan penonton yang akan mengambil bendera. tugas pasangan anda adalah mengrimkan warna secara telapati kepada anda.
  5. saat penonton mengangkat bendera kuning misalnya pasangan anda berkata, "ayo mas magician,Kalau anda hebat terima telepati yang akan saya kirimkan..." dan anda akan menjawab 'KUNING' dan tepuk tangan pasti akan anda terima.
  6. ulangi dengan penonton kedua misal penonton kedua mengangkat bendera merah, dan pasangan anda berkata "Mas magician, Memang tadi anda benar menebak sekarang saya akan mengirimkan gelombang telapati lagi tolong terima" sambil menampakan wajah meyakinkan anda menjawab 'pasti MERAH' dan aplous kembali untuk anda.

RAHASIA: sebenarnya anda tidak pernah mendapat transfer pikiran apapun namun dalam trik ini anda hanya perlu melakukan kerja sama yang baik dan terencana bersama pasangan anda. perhatikan kata KALAU dan MEMANG, kata itu merupakan kode dari pasangan anda dan anda tinggal menjawab sesuai kode itu contoh "KALAU' untuk 'KUNING', 'MEMANG' untuk 'MERAH', 'HEBAT' untuk 'HITAM' dll. anda juga dapat mengmbangkan permainan ini menjadi bukan bendera yang dipilih tetapi menjadi mengatur jarum jam atau apa saja dan kode-kode katanya pun tinggal anda diskusikan dengan pasangan anda.

Trik yang simple namun efeknya besar.

trik tisue bakar

Ini adalah trik yang sering ditanyakan teman-teman saya kepada saya, bagaimana cara membuat tisue khusus sulap (itu lho tisue yang sering dipakai magician buat dibakar dan nyala apinya gede banget) padahal kalau kita bakar tisue dirumah apinya gak gede kaya gitu. nih, aku jawab ya.... caranya sederhana saja, sebelum dibakar magician-magician itu telah mempersiapkan tisu tersendiri, tisuenya sih tisu biasa tapi sebelumnya tisue itu telah direndam dalam cairan 'Etanol/spirtus' terlebih dahulu. coba deh, kalo gitu caranya pasti kamu juga bisa. tinggal keahlian kamu menyelap-nyelipkan apapun di tangan kamu, pas tisu kebakar action! keluar uang/apa aja terserah kekereatifan kamu. so, kalo ada pertanyaan lain post coment aza ya!

hitung cepat ala mentalist

kamu ahli matematika?? kalo ngga jangan minder dulu, kamu bisa menyaingi ahli matematika di sekolah kamu atau unjuk kebolehan hitung-hitungan diantara cewek-cewek, he...he... lumayan kan dianggap jenius. caranya gimana??? selain kamu pelajari juga trik-trik yang lain di blog saya ini akan saya berikan pula trik-trik yang lain. makanya jangan bosen kunjungi terus blog ini oke!
  • pertama kamu buat dulu angka-angka di 4 lembar karton atau kertas seperti gambar dibawah ini, gambar bolak-balik dengan bagian depan gambar atas dan bagian belakangnya gambar bawah :
  • Anda ajak 2 orang dalam permainan ini, anggap saja 2 orang ini bernama A dan B. Anda suruh si A mengacak karton tersebut, boleh dibalik(depan jadi belakang/belakang jadi depan). Sehingga membentuk susunan baru. Misal setelah di acak oleh si A susunannnya menjadi :
  • Suruh si B menjumlahkannya dengan menggunakan kalkulator, sedangkan anda juga menghitung. Di sini lah pembuktian kelebihan anda dalam permainan ini. Anda bisa menjumlahkannya lebih cepat daripada si B.
  • hasil dari perhitungan teman anda pakai kalkulator 3954 + 8103 + 6528 + 4466 + 7272 = 30323
  • anda bisa mendapatkan hasilnya lebih cepat dengan hanya menjumlahkan 22220 + 8103 = 30323 Jadi, anda hanya tinggal menjumlahkan 22220 dengan angka yang berada di urutan ke2... keren kan?? jadi jangan minder dulu lahh...

para master

yuk kita lihat lebih dekat wajah-wajah MASTER kita....
ini adalah idola baru saya si MASTER of NUMBER mas JOE SANDY

wow... MR LIMBAD

Idola saya jg MASTER DEDY C

yang selalu berwibawa HYPNOTISM "ROMY RAFAEL"

KEREN-KEREN MEREKA, SUATU SAAT NANTI GUE HARUS JADI KAYA MEREKA>>>>

teknik meloloskan diri

eknik lolos dari ikatan

Dalam beberapa show kita sering menyaksikan magician yang diikat dengan berbagai simpul dan harus meloloskan diri dalam waktu tertentu. Dalam melakukan trik tersebut, yang paling penting dilakukan adalah membebaskan ikatan tangan. Jika ikatan tangan sudah terlepas, seerat apapun ikatan di bagian tubuh lain pasti bisa dilepaskan.Oleh karena itu, ada sebuah trik khusus dalam membuat simpul yang mengikat
Setelah lepas, yang dilakukan selanjutnya tinggal mencari kunci yang tepat untuk borgol, melepaskan ikatan kaki, dan meloloskan diri.Note : Trik yang sama juga dapat diterapkan untuk ikatan leher, ditarik oleh dua orang bersamaan, namun alih-alih tercekik, tali/rantai justru terurai.

siddharta gautama

Orang tua

Ayah dari Pangeran Siddhartha adalah Sri Baginda Raja Suddhodana dari Suku Sakya dan ibunya adalah Sri Ratu Mahā Māyā Dewi. Ibunda Ratu meninggal dunia tujuh hari setelah melahirkan Sang Pangeran. Setelah meninggal, beliau terlahir di alam Tusita, yaitu alam surga luhur. Sejak itu maka yang merawat Pangeran Siddharta adalah Mahā Pajāpati, bibinya yang juga menjadi isteri Raja Suddhodana.

[sunting] Riwayat hidup

Relief kelahiran Pangeran Siddhartha. Dari kuil Zen You Mitsu, Tokyo.

[sunting] Kelahiran

Pangeran Siddharta dilahirkan pada tahun 623 SM di Taman Lumbini, saat Ratu Maha Maya berdiri memegang dahan pohon sal. Pada saat ia lahir, dua arus kecil jatuh dari langit, yang satu dingin sedangkan yang lainnya hangat. Arus tersebut membasuh tubuh Siddhartha. Siddhartha lahir dalam keadaan bersih tanpa noda, berdiri tegak dan langsung dapat melangkah ke arah utara, dan tempat yang dipijakinya ditumbuhi bunga teratai.

Oleh para pertapa di bawah pimpinan Asita Kaladewala, diramalkan bahwa Sang Pangeran kelak akan menjadi seorang Chakrawartin (Maharaja Dunia) atau akan menjadi seorang Buddha. Hanya pertapa Kondañña yang dengan tegas meramalkan bahwa Sang Pangeran kelak akan menjadi Buddha. Mendengar ramalan tersebut Sri Baginda menjadi cemas, karena apabila Sang Pangeran menjadi Buddha, tidak ada yang akan mewarisi tahta kerajaannya. Oleh pertanyaan Sang Raja, para pertapa itu menjelaskan agar Sang Pangeran jangan sampai melihat empat macam peristiwa. Bila tidak, ia akan menjadi pertapa dan menjadi Buddha. Empat macam peristiwa itu adalah:

  1. Orang tua,
  2. Orang sakit,
  3. Orang mati,
  4. Seorang pertapa.

[sunting] Masa kecil

Sejak kecil sudah terlihat bahwa Sang Pangeran adalah seorang anak yang cerdas dan sangat pandai, selalu dilayani oleh pelayan-pelayan dan dayang-dayang yang masih muda dan cantik rupawan di istana yang megah dan indah. Pada saat berusia 7 tahun, Pangeran Siddharta mempunyai 3 kolam bunga teratai, yaitu:

  • Kolam Bunga Teratai Berwarna Biru (Uppala)
  • Kolam Bunga Teratai Berwarna Merah (Paduma)
  • Kolam Bunga Teratai Berwarna Putih (Pundarika)

Dalam Usia 7 tahun Pangeran Siddharta telah mempelajari berbagai ilmu pengetahuan. Tetapi Pangeran Siddharta kurang berminat dengan pelajaran tersebut. Dalam usia 16 tahun Pangeran Siddharta menikah dengan Puteri Yasodhara yang dipersuntingnya setelah memenangkan berbagai sayembara. Dan saat berumur 16 tahun, Pangeran memiliki tiga Istana, yaitu:

  • Istana Musim Dingin (Ramma)
  • Istana Musim Panas (Suramma)
  • Istana Musim Hujan (Subha)

[sunting] Masa dewasa

Pangeran Siddhartha melihat empat hal yang mengubah hidupnya.

Kata-kata pertapa Asita membuat Raja Suddhodana tidak tenang siang dan malam, karena khawatir kalau putra tunggalnya akan meninggalkan istana dan menjadi pertapa, mengembara tanpa tempat tinggal. Untuk itu Baginda memilih banyak pelayan untuk merawat Pangeran Siddharta, agar putra tunggalnya menikmati hidup keduniawian. Segala bentuk penderitaan berusaha disingkirkan dari kehidupan Pangeran Siddharta, seperti sakit, umur tua, dan kematian, sehingga Pangeran hanya mengetahui kenikmatan duniawi.

Suatu hari Pangeran Siddharta meminta ijin untuk berjalan di luar istana, dimana pada kesempatan yang berbeda dilihatnya "Empat Kondisi" yang sangat berarti, yaitu orang tua, orang sakit, orang mati dan orang suci. Pangeran Siddhartha bersedih dan menanyakan kepada dirinya sendiri, "Apa arti kehidupan ini, kalau semuanya akan menderita sakit, umur tua dan kematian. Lebih-lebih mereka yang minta pertolongan kepada orang yang tidak mengerti, yang sama-sama tidak tahu dan terikat dengan segala sesuatu yang sifatnya sementara ini!". Pangeran Siddharta berpikir bahwa hanya kehidupan suci yang akan memberikan semua jawaban tersebut.

Selama 10 tahun lamanya Pangeran Siddharta hidup dalam kesenangan duniawi. Pergolakan batin Pangeran Siddharta berjalan terus sampai berusia 29 tahun, tepat pada saat putra tunggalnya Rahula lahir. Pada suatu malam, Pangeran Siddharta memutuskan untuk meninggalkan istananya dan dengan ditemani oleh kusirnya, Canna. Tekadnya telah bulat untuk melakukan Pelepasan Agung dengan menjalani hidup sebagai pertapa.

Setelah itu Pangeran Siddhartha meninggalkan istana, keluarga, kemewahan, untuk pergi berguru mencari ilmu sejati yang dapat membebaskan manusia dari usia tua, sakit dan mati. Pertapa Siddharta berguru kepada Alāra Kālāma dan kemudian kepada Uddaka Ramāputra, tetapi tidak merasa puas karena tidak memperoleh yang diharapkannya. Kemudian beliau bertapa menyiksa diri dengan ditemani lima orang pertapa. Akhirnya beliau juga meninggalkan cara yang ekstrim itu dan bermeditasi di bawah pohon Bodhi untuk mendapatkan Penerangan Agung.

[sunting] Masa pengembaraan

Pangeram Siddharta mencukur rambutnya dan menjadi pertapa, relief Borobudur.
Patung Buddha dari Gandhara, abad ke-1 atau abad ke-2.

Didalam pengembaraannya, pertapa Gautama mempelajari latihan pertapaan dari pertapa Bhagava dan kemudian memperdalam cara bertapa dari dua pertapa lainnya, yaitu pertapa Alara Kalama dan pertapa Udraka Ramputra. Namun setelah mempelajari cara bertapa dari kedua gurunya tersebut, tetap belum ditemukan jawaban yang diinginkannya. Sehingga sadarlah pertapa Gautama bahwa dengan cara bertapa seperti itu tidak akan mencapai Pencerahan Sempurna. Kemudian pertapa Gautama meninggalkan kedua gurunya dan pergi ke Magadha untuk melaksanakan bertapa menyiksa diri di hutan Uruwela, di tepi Sungai Nairanjana yang mengalir dekat Hutan Gaya. Walaupun telah melakukan bertapa menyiksa diri selama enam tahun di Hutan Uruwela, tetap pertapa Gautama belum juga dapat memahami hakekat dan tujuan dari hasil pertapaan yang dilakukan tersebut.

Pada suatu hari pertapa Gautama dalam pertapaannya mendengar seorang tua sedang menasehati anaknya di atas perahu yang melintasi sungai Nairanjana dengan mengatakan:

Bila senar kecapi ini dikencangkan, suaranya akan semakin tinggi. Kalau terlalu dikencangkan, putuslah senar kecapi ini, dan lenyaplah suara kecapi itu. Bila senar kecapi ini dikendorkan, suaranya akan semakin merendah. Kalau terlalu dikendorkan, maka lenyaplah suara kecapi itu.

Nasehat tersebut sangat berarti bagi pertapa Gautama yang akhirnya memutuskan untuk menghentikan tapanya lalu pergi ke sungai untuk mandi. Badannya yang telah tinggal tulang hampir tidak sanggup untuk menopang tubuh pertapa Gautama. Seorang wanita bernama Sujata memberi pertapa Gautama semangkuk susu. Badannya dirasakannya sangat lemah dan maut hampir saja merenggut jiwanya, namun dengan kemauan yang keras membaja, pertapa Gautama melanjutkan samadhinya di bawah pohon bodhi (Asetta) di Hutan Gaya, sambil ber-prasetya, "Meskipun darahku mengering, dagingku membusuk, tulang belulang jatuh berserakan, tetapi aku tidak akan meninggalkan tempat ini sampai aku mencapai Pencerahan Sempurna."

Perasaan bimbang dan ragu melanda diri pertapa Gautama, hampir saja Beliau putus asa menghadapi godaan Mara, setan penggoda yang dahsyat. Dengan kemauan yang keras membaja dan dengan iman yang teguh kukuh, akhirnya godaan Mara dapat dilawan dan ditaklukkannya. Hal ini terjadi ketika bintang pagi memperlihatkan dirinya di ufuk timur.

Pertapa Gautama telah mencapai Pencerahan Sempurna dan menjadi Samyaksam-Buddha (Sammasam-Buddha), tepat pada saat bulan Purnama Raya di bulan Waisak ketika ia berusia 35 tahun (menurut versi Buddhisme Mahayana, 531 SM pada hari ke-8 bulan ke-12, menurut kalender lunar. Versi WFB, pada bulan Mei tahun 588 SM). Pada saat mencapai Pencerahan Sempurna, dari tubuh Sang Siddharta memancar enam sinar Buddha (Buddharasmi) dengan warna biru yang berarti bhakti; kuning mengandung arti kebijaksanaan dan pengetahuan; merah yang berarti kasih sayang dan belas kasih; putih mengandung arti suci; jingga berarti giat; dan campuran kelima sinar tersebut.

[sunting] Penyebaran ajaran Buddha

Sang Buddha memberi pelajaran tentang dharma kepada lima pertapa di Taman Rusa

Setelah mencapai Pencerahan Sempurna, pertapa Gautama mendapat gelar kesempurnaan yang antara lain: Buddha Gautama, Buddha Shakyamuni, Tathagata ('Ia Yang Telah Datang', Ia Yang Telah Pergi'), Sugata ('Yang Maha Tahu'), Bhagava ('Yang Agung') dan sebagainya. Lima pertapa yang mendampingi Beliau di hutan Uruwela merupakan murid pertama Sang Buddha yang mendengarkan khotbah pertama Dhammacakka Pavattana, dimana Beliau menjelaskan mengenai Jalan Tengah yang ditemukan-Nya, yaitu Delapan Ruas Jalan Kemuliaan termasuk awal khotbahNya yang menjelaskan "Empat Kebenaran Mulia".

Buddha Gautama berkelana menyebarkan Dharma selama empat puluh lima tahun lamanya kepada umat manusia dengan penuh cinta kasih dan kasih sayang, hingga akhirnya mencapai usia 80 tahun, saat ia menyadari bahwa tiga bulan lagi ia akan mencapai Parinibbana.

Sang Buddha dalam keadaan sakit terbaring di antara dua pohon sala di Kusinagara, memberikan khotbah Dharma terakhir kepada siswa-siswa-Nya, lalu Parinibbana (versi Buddhisme Mahayana, 486 SM pada hari ke-15 bulan ke-2 kalender Lunar. Versi WFB pada bulan Mei, 543 SM).

[sunting] Sifat Agung Sang Buddha

Sang Buddha menjelang Parinirwana.

Seorang Buddha memiliki sifat Cinta Kasih (maitri atau metta) dan Kasih Sayang (karuna). Cinta Kasih dan Kasih Sayang seorang Buddha tidak terbatas oleh waktu dan selalu abadi, karena telah ada dan memancar sejak manusia pertama kalinya terlahir dalam lingkaran hidup roda samsara yang disebabkan oleh ketidaktahuan atau kebodohan batinnya. Jalan untuk mencapai Kebuddhaan ialah dengan melenyapkan ketidaktahuan atau kebodohan batin yang dimiliki oleh manusia. Pada waktu Pangeran Siddharta meninggalkan kehidupan duniawi, ia telah mengikrarkan Empat Prasetya yang berdasarkan Cinta Kasih dan Kasih Sayang yang tidak terbatas, yaitu

  1. Berusaha menolong semua makhluk.
  2. Menolak semua keinginan nafsu keduniawian.
  3. Mempelajari, menghayati dan mengamalkan Dharma.
  4. Berusaha mencapai Pencerahan Sempurna.

Buddha Gautama pertama melatih diri untuk melaksanakan amal kebajikan kepada semua makhluk dengan menghindarkan diri dari sepuluh tindakan yang diakibatkan oleh tubuh, ucapan dan pikiran, yaitu

  • Tubuh (kaya): pembunuhan, pencurian, perbuatan jinah.
  • Ucapan (vak): penipuan, pembicaraan fitnah, pengucapan kasar, percakapan tiada manfaat.
  • Pikiran (citta): kemelekatan, niat buruk dan kepercayaan yang salah.

Cinta kasih dan kasih sayang seorang Buddha adalah cinta kasih untuk kebahagiaan semua makhluk seperti orang tua mencintai anak-anaknya, dan mengharapkan berkah tertinggi terlimpah kepada mereka. Akan tetapi terhadap mereka yang menderita sangat berat atau dalam keadaan batin gelap, Sang Buddha akan memberikan perhatian khusus. Dengan Kasih Sayang-Nya, Sang Buddha menganjurkan supaya mereka berjalan di atas jalan yang benar dan mereka akan dibimbing dalam melawan kejahatan, hingga tercapai "Pencerahan Sempurna".

Sebagai Buddha yang abadi, Beliau telah mengenal semua orang dan dengan menggunakan berbagai cara Beliau telah berusaha untuk meringankan penderitaan semua makhluk. Buddha Gautama mengetahui sepenuhnya hakekat dunia, namun Beliau tidak pernah mau mengatakan bahwa dunia ini asli atau palsu, baik atau buruk. Ia hanya menunjukkan tentang keadaan dunia sebagaimana adanya. Buddha Gautama mengajarkan agar setiap orang memelihara akar kebijaksanaan sesuai dengan watak, perbuatan dan kepercayaan masing-masing. Ia tidak saja mengajarkan melalui ucapan, akan tetapi juga melalui perbuatan. Meskipun bentuk fisik tubuh-Nya tidak ada akhirnya, namun dalam mengajar umat manusia yang mendambakan hidup abadi, Beliau menggunakan jalan pembebasan dari kelahiran dan kematian untuk membangunkan perhatian mereka.

Pengabdian Buddha Gautama telah membuat diri-Nya mampu mengatasi berbagai masalah didalam berbagai kesempatan yang pada hakekatnya adalah Dharma-kaya, yang merupakan keadaan sebenarnya dari hakekat yang hakiki dari seorang Buddha. Sang Buddha adalah pelambang dari kesucian, yang tersuci dari semua yang suci. Karena itu, Sang Buddha adalah Raja Dharma yang agung. Ia dapat berkhotbah kepada semua orang, kapanpun dikehendaki-Nya. Sang Buddha mengkhotbahkan Dharma, akan tetapi sering terdapat telinga orang yang bodoh karena keserakahannya dan kebenciannya, tidak mau memperhatikan dan mendengarkan khotbah-Nya. Bagi mereka yang mendengarkan khotbah-Nya, yang dapat mengerti dan menghayati serta mengamalkan Sifat Agung Sang Buddha akan terbebas dari penderitaan hidup. Mereka tidak akan dapat tertolong hanya karena mengandalkan kepintarannya sendiri.

[sunting] Wujud dan kehadiran Buddha

Buddha tidak hanya dapat diketahui dengan hanya melihat wujud dan sifat-Nya semata-mata, karena wujud dan sifat luar tersebut bukanlah Buddha yang sejati. Jalan yang benar untuk mengetahui Buddha adalah dengan jalan mencapai Pencerahan Sempurna. Buddha sejati tidak dapat dilihat oleh mata manusia biasa, sehingga Sifat Agung seorang Buddha tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Namun Buddha dapat mewujudkan diri-Nya dalam segala bentuk dengan sifat yang serba luhur. Apabila seseorang dapat melihat jelas wujud-Nya atau mengerti Sifat Agung Buddha, namun tidak tertarik kepada wujud-Nya atau sifat-Nya, dialah yang sesungguhnya yang telah mempunyai kebijaksanaan untuk melihat dan mengetahui Buddha dengan benar.

[sunting] Lihat pula

[sunting] Pranala luar

Commons-logo.svg
Wikimedia Commons memiliki galeri mengenai:
Wikiquote-logo-en.svg
Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan:
Wikisource
Wikisource bahasa Inggris mempunyai halaman mengenai

[sunting] Referensi

  1. ^ (en) The Buddha
  2. ^ (en) The Dating of the Historical Buddha: A Review Article
  3. ^ (en) [Lopez (1995). Buddhism in Practice. Princeton University Press. pp. 16.

Peralatan pribadi